Pages - Menu

Pages

Sabtu, 30 September 2017

CERDAS MENURUT SISI PANDANG SISTEM INFORMASI

PENDAHULUAN



1.       LATAR BELAKANG
Kecerdasan istimewa dan bakat istimewa merupakan kategori yang termaksud kedalam pendidikan luar biasa. Kesulitan belajar merupakan suatu keadaan dalam proses belajar mengajar dimana anak tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Kesulitan belajar pada dasarnya adalah suatu gejala yang nampak dalam berbagai manivestasi tingkah laku, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kesulitan belajar anak tentu saja tidak boleh di diamkan begitu saja karena hal ini akan sangat menghambat  anak dalam memperoleh prestasi  selain itu apabila hal ini di diamkan ini akan lebih menghambat anak untuk belajar ke depannya.
Kesulitan dalam belajar dapat di sebabkan karena beberapa faktor.Bisa dari faktor internal ( diri anak ) dan juga faktor eksternal ( dari luar anak ). Faktor internal ini bisa di sebabkan karena anak mempunyai perbedaan dengan anak yang lainnya dan sering juga di sebut anak dengan kebutuhan khusus. Dalam hal ini kebutuhan khusus bukan berarti anak mempunyai kekurangan. Anak Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa juga termasuk anak yang berkebutuhan khusus atau sering di sebut dengan anak Gifted atau anak Superior.

2.       RUMUSAN MASALAH

A.      Jenis – Jenis Kecerdasan ?
B.      Manfaat atau keburukan menjadi orang cerdas?
C.       Dampak apa jika menjadi cerdas?
D.      Bagaimana cara kerja Cerdas?


3.       Tujuan Penulisan

Tujuan Penulisan ini dibuat untuk Menjelaskan atau Memberikan informasi Tentang kecerdasan yang mendetail , dan Penulisan ini juga akan memberikan informasi tentang jenis kecerdasan , manffat dan keburukan menjadi orang cerdas , dampak menjadi orang cerdas dan bagaimana cara kerja orang cerdas.

4.     ISI

Sistem Informasi Cerdas atau Intelligence Information System (IIS) didefinisikan sebagai kemampuan mesin atau sistem untuk beradaptasi dalam mencapai tujuan pada lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sistem. Sebagai sistem yang mampu menirukan perilaku manusia, sistem mempunyai ciri khas yang menunjukkan kemampuan dalam hal :

  

a.     Menyimpan informasi.
b.    Menggunakan informasi yang dimiliki untuk melakukan suatu pekerjaan dan menarik kesimpulan.
c.     Beradaptasi dengan keadaan baru.

d.    Berkomunikasi dengan penggunanya.


Sistem Informasi Cerdas (Intelligence Information System=IIS) dibagi menjadi 3 aspek utama (Baca Juga: Kerangka Metode dan Algoritma Sistem Informasi Cerdas), yaitu :

·         Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence=AI)

Konsep dari AI adalah mempelajari kemampuan dari suatu mesin dan algoritma untuk diimplementasikan dalam kehidupan nyata berdasarkan pikiran manusia. Dalam sebuah algoritma AI terdapat dua persepsi terhadap otak manusia, pertama bagaimana cara berfikirnya dan kedua adalah seberapa besar pola pikir yang dihasilkan. Dari problema tersebut dapat diambil garis besar hubungan SIC/ IIS terhadap AI yaitu cara berfikir dan pola fikir. Oleh karenaya AI dalam IIS dibagi menjadi dua komponen keilmuan yaitu Computational Intelligence (CI) dan Data Mining.

.  Kecerdasan Spasial

Kemampuan seseorang untuk membuat konsep dan memanipulasi array spasial  skala besar (misalnya, pilot pesawat atau pelaut), atau bentuk-bentuk yang lebih lokal dari ruang (misalnya, arsitek atau pemain catur).

2.  Kecerdasan Kinestetik Tubuh

Kemampuan untuk menggunakan seluruh tubuh, atau bagian tubuh (seperti tangan atau mulut), untuk memecahkan masalah atau menciptakan produk (misalnya, penari).
3.    Kecerdasan Musikal

Kepekaan terhadap irama, pitch,  ketukan, nada, melodi dan warna nada. Bisa menghasilkan kemampuan untuk menyanyi, memainkan alat musik, dan menulis musik (misalnya, konduktor musik).

4. Kecerdasan Linguistik

Kepekaan terhadap arti kata-kata, urutan antara kata-kata, suara, irama, perubahan suara, dan irama kata-kata (misalnya, penyair).

5.  Kecerdasan Matematika dan Logis

Kemampuan membuat konsep hubungan logis antara tindakan atau simbol-simbol (misalnya, matematikawan atau ilmuwan).

6.  Kecerdasan Interpersonal

Kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Kepekaan terhadap suasana hati orang lain, perasaan, temperamen dan motivasi (misalnya, negosiator).

7.  Kecerdasan Intrapersonal

Kepekaan terhadap perasaan sendiri, tujuan, dan kecemasan, dan kapasitas untuk merencanakan dan bertindak berdasarkan sifat-sifatnya sendiri. Kecerdasan intrapersonal bukanlah khusus untuk karir tertentu; Sebaliknya, merupakan tujuan bagi setiap individu dalam masyarakat modern yang kompleks, dimana kita harus siap mengambil keputasan logis untuk diri sendiri.
·         Manfaat atau keburukan menjadi orang cerdas? Dan DAMPAK
KEBURUKAN
a.     Sisi negatif yang pertama dialami oleh orang-orang ini adalah terlalu kuatir. Analisis yang jauh kedepan membuat mereka bisa membayangkan masa depan padahal mereka bukan tuhan yang selalu benar.
b.    Kemampuan berpikir yang terlalu tinggi membuat mereka tidak mudah tidur dan tidurnyapun tidak begitu lama. Orang-orang cerdas adalah penderita insomnia kronis.

MANFAAT DAN DAMPAK

c.     Berilmu dan berpikir cerdas akan mengeluarkan kita dari kebodohan

d.    Dengan ilmu dan kecerdasan kita tidak akan mudah di bodoh-bodohi orang lain atau ditipu orang lain
e.     Dengan berilmu dan disertai dengan kecerdasan tentunya dapat membedakan mana yang baik dan benar dan mana yang sesat. Yang sesat tentunya tidak usah diikuti dan tinggalkan jauh-jauh.



·         BAGAIMANA CARA KERJA CERDAS

Sistem Cerdas (Intelligence System)

Sistem Cerdas (SC) atau Intelligence System mempunya hubungan erat dengan AI dalam konsep algoritma. Dimana perbedaan antara keduanya? Dari beberapa literatur menyebutkan bahwa perbedaan yang sangat mencolok antara SC dengan AI adalah terletak pada konsep dasarnya. AI membahas secara umum bagaimana struktur cara berfikir dan pola fikir sebuah algoritma, sedangkan untuk SC merupakan terapan dari algoritnya yang dihasilkan oleh AI. Dengan kata lain SC merujuk kepada AI dan AI merupakan induk dari SC. Berdasarkan sekema diatas dapat disimpulkan bahwa SC memiliki dua aspek keilmuan yaitu Expect System (ES) dan Decision Support System (DSS).




DAFTAR PUSTAKA :




:









Kamis, 15 Juni 2017

SDLC

SDLC
(system Development Life Cycle)


system Development Life Cycle (SDLC) adalah pendekatan bertahap untuk melakukan analisa dan membangun rancangan sistem dengan menggunakan siklus yang spesifik terhadap kegiatan pengguna (Kendall & Kendall, 2006). System Development Life Cycle (SDLC) juga merupakan pusat pengembangan sistem informasi yang efisien. SDLC terdiri dari 4 (empat) langkah kunci yaitu, perencanaan dan seleksi, analisis, desain, implementasi dan operasional (Valacich, George, & Hoffer, 2012). Selain itu, System Development Life Cycle (SDLC) adalah sebuah proses memahami bagaimana Sistem Informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, merancang system, membangun sistem, dan memberikannya kepada pengguna (Dennis, Wixom, & Tegarden, 2005).

Berdasarkan pada penjelasan diatas maka SDLC dapat disimpulkan sebagai sebuah siklus untuk membangun sistem dan memberikannya kepada pengguna melalui tahapan perencanaan, analisa, perancangan dan implementasi dengan cara memahami dan menyeleksi keadaan dan proses yang dilakukan pengguna untuk dapat mendukung kebutuhan pengguna. Untuk menggunakan SDLC maka dibutuhkan sumber data awal dari pengguna yang dijadikan acuan dalam perencanaan, analisa, perancangan dan implementasi. Penggunaan acuan ini dimaksudkan agar sistem yang dibangun bisa menjembatani kebutuhan pengguna dari permasalahan yang dihadapinya.
Berikut ini adalah penjelasan proses tahapan SDLC, yaitu :
1.      Perencanaan
Fase perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem harus dibangun. Pada fase ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses information gathering kepada pengguna.
2.      Analisa
Fase analisa adalah sebuah proses investigasi terhadap sistem yang sedang berjalan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai pengguna sistem, cara kerja sistem dan waktu penggunaan sistem. Dari proses analisa ini akan didapatkan cara untuk membangun sistem baru.
3.      Rancangan
Fase perancangan merupakan proses penentuan cara kerja sistem dalam hal architechture design, interface design, database dan spesifikasi file, dan program design. Hasil dari proses perancangan ini akan didapatkan spesifikasi system.
4.      Implementasi
Fase implementasi adalah proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem.

     Dalam pengembangan system menggunakan SDLC ada beberapa cara untuk mengimplementasinya dengan metodologi yaitu waterfall model, prototype model, RAD(Rapid Application Development) model, ASD(Agile Software Development) model. Diantara keempat model tersebut waterfall, dan prototype adalah model yang paling sering digunakan dalam pengembangan system. Berikut penjelasannya :
·         Waterfall Model
 Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Roger S. Pressman memecah model ini menjadi 6 tahapan, yaitu :
 Sistem modeling                                                          Coding
Analisis kebutuhan software                                          Testing
 Desain                                                                            Maintenance
Keuntungan menggunakan teknik waterfall:
- Proses menjadi teratur
- Jadwal menjadi lebih menentu
Kelemahan menggunakan teknik waterfall:
- Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap di awal, tapi jarang konsumen bisa memberikan             kebutuhan secara lengkap diawal

·            Prototype
Prototyping adalah salah satu pendekatan dalam rekayasa perangkat lunak yang secara langsung mendemonstrasikan bagaimana sebuah perangkat lunak atau komponen-komponen perangkat lunak akan bekerja dalam lingkungannya sebelum tahapan konstruksi aktual dilakukan (Howard, 1997). Beberapa model prototype adalah sebagai berikut :
- Reusable prototype : Prototype yang akan ditransformasikan menjadi produk final.
- Throwaway prototype : Prototype yang akan dibuang begitu selesai menjalankan maksudnya.
- Input/output prototype : Prototype yang terbatas pada antar muka pengguna (user interface).
- Processing prototype : Prototype yang meliputi perawatan file dasar dan proses-proses transaksi
- System prototype : Prototype yang berupa model lengkap dari perangkat lunak.

Proses pada model prototyping adalah sebagai berikut :
- Pengumpulan kebutuhan
- Perancangan
- Evaluasi prototype

      Keuntungan menggunakan prototype model, yaitu :
      - Prototyping adalah model aktif, tidak pasif, sehingga end user dapat melihat, merasakan, dan                      mengalaminya.
      - Kesalahan yang terjadi dalam prototyping dapat dideteksi lebih dini.
      Kekurangan menggunakan prototype model, yaitu :
     - Prototyping tidak menolak kebutuhan dari fase analisis sistem. Prototype hanya dapat memecahkan           masalah yang salah dan memberi kesempatan sebagai sistem pengembangan konvensional.
     - Prototyping dapat mengurangi kreatifitas perancangan.

·       RAD (Rapid Application Development)
Rapid application development (RAD) atau rapid prototyping adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini. Rapid application development menggunakan metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem dimana working model (model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan (requirement) user. RAD mengadopsi model waterfall dan pembangunan dalam waktu singkat dicapai dengan menerapkan component based construction.

·         Agile Software Development
Agile merupakan adalah jenis pegembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dan pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Dalam Agile Software Development interaksi dan personel lebih penting dari pada proses dan alat, software yang berfungsi lebih penting daripada dokumentasi yang lengkap, kolaborasi dengan klien lebih penting dari pada negosiasi kontrak, dan sikap tanggap terhadap perubahan lebih penting daripada mengikuti rencana. Agile juga dapat diartikan sebagai sekelompok metodologi pengembangan software yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama atau pengembangan system jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun.


ISMS

ISMS
 ( INFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYTEM )

PERLINDUNGAN ASPEK CONFIDENTIALITY, INTEGRITY, AVAILABILITY PADA ISMS
APA SIH ISMS ITU?
ISMS atau lebih dikenal dengan sebutan Information Security Management System tetapi di Indonesia biasa disebut sebagai SMKI (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) adalah suatu rancangan manajemen yang difokuskan pada kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan untuk diimplementasi kepada kontrol keamanan yg disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. ISMS(Information Security Management System ) diprogram untuk dapat melindungi aset informasi dari seluruh gangguan yg dapat merusak keamanan yang sudah ada.

Contohnya : ISO27K adalah sebuah seri dari standard international untuk manajemen keamanan informasi. Standar ini bisa mencakup seluruh tipe organisasi (Contohnya perusahaan komersial, agen pemerintahan, organisasi nir-laba, dll.) dan seluruh ukuran bisnis, mulai dari usaha kecil menengah hingga perusahaan berskala international.

ISMS(Information Security Management System) bisa juga disebut sebagai sebuah proses dari mengaplikasikan kontrol manajemen keamanan di dalam sebuah organisasi utk mendapatkan service keamanan agar dapat memastikan keberlangsungan bisnis yg sedang dijalankan. Service keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek  yang saling berhubungan seperti berikut ini :

1.    Confidentiality(Kerahasiaan) adalah aspek yg ada sebagai tujuan menjamin tentang kerahasiaan data atau informasi, dipastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yg sudah ditentukan perusahaan(berwenang) dan bisa menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima ataupun disimpan.

2.    Integrity (Integritas) adalah aspek yg dapat menjamin bahwa data tidak bisa dimodifikasi data tanpa ada ijin dari pihak yg berwenang (Authorized), juga menjaga keakuratan data yg bisa dipertanggung jawabkan dan keutuhan informasi.


3.    Availability (Ketersediaan) adalah aspek yg menjamin bahwa data akan tersedia pada saat dibutuhkan oleh user lain, memastikan user dapat menggunakan informasi yang tersedia dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan).



ISMS(Information Security Management System) memiliki sebuah aspek untuk menstandarkan sebuah model bernama Plan-Do-Check-Act (PDCA), yg akan diaplikasikan ke struktur di dalam seluruh proses ISMS(Information Security Management System).






1. Plan(Rencana) yaitu proses membangun ISMS(Information Security Management System) dengan cara mengaplikasikan kebijakan-kebijakan yg telah disepakati bersama dan objektif-objektif di ISMS(Information Security Management System) termasuk membangun prosedur yg memperhatikan atau menekankan pada mengelola sebuah risiko.

2. Do adalah tahap lanjutan dari Plan yaitu proses mengimplementasi dan mengoperasikan ISMS yg telah direncanakan di model yg sebelumnya.


3. Check yaitu proses memerhatikan/memonitoring dan  peninjauan/reviewing ISMS(Information Security Management System) dgn melakukan pengukuran performa terhadap kontrol yg telah diaplikasikan, termasuk kebijakan, dan pada akhirnya mengeluarkan hasil yg ada untuk ditinjau oleh manajemen.


4. Act yaitu Berdasarkan peninjauan dari manajemen dari langkah yg ada sebelumnya, peningkatan dari ISMS(Information Security Management System) yg telah diterapkan akan mengambil tempatnya sesuai dengan ketetapannya.


MANFAATNYA
Keamanan informasi merupakan suatu upaya dlm mengamankan aset informasi yg dimiliki. Keamanan informasi menitikberatkan pd data atau informasi milik perusahaan. Usaha yg dilakukan pemilik data adlh merencanakan yg dilakukan kemudian hari, mengembangkan data yg sudah ada serta mengawasi semua kegiatan yang berkaitan dgn  data dan informasi bisnis sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya dan tidak digunakan yg salah atau disebarkan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
Berdasarkan penjelasan sebelumnya, keamanan teknologi informasi merupakan bagian yg sangat terpenting dari keseluruhan aspek keamanan informasi yg ada. Karena teknologi informasi merupakan salah satu alat penting adlh dalam mengamankan akses ke semua user yg terkait dengan penggunaan data dan informasi perusahaan. Dari pemahaman sebelumnya, akan tahu bahwa teknologi informasi yg ada bukanlah salah satu-satunya yg memungkinkan terwujudnya konsep keamanan informasi di perusahaan dngn baik sesuai dengan aspek yg sudah ada.

MENGAPA DIPERLUKANNYA KEAMANAN INFORMASI?
Keamanan informasi melindungi informasi yg ada dari ancaman yg dapat membuat informasi tidak tersampaikan dengan baik dan untuk memastikan kelanjutan usaha, memperkecil rugi perusahaan ditimbulkan dan memaksimalkan keuntungan atas investasi yg berjalan dan kesempatan usaha yg sudah tersedia. Manajemen sistem informasi memungkinkan data utk terbagi secara elektronik, sehingga diperlukannya sistem utk memastikan data telah terkirim dan diterima oleh user dengan benar.
Hasil survey ISBS (Information Security Breaches Survey) pada tahun 2001 menunjukkan bahwa sebagian besar data yg diterima atau informasi tidak cukup terlindungi sehingga beralasan kerawanan dlm pencurian data atau informasi. Hasil survey yg terkait dengan hal ini dpt dilihat dalam gambar berikut:






Survey tersebut juga menunjukkan bahwa 65% organisasi mengalami serangan atau kerusakan data karena kelemahan dlm sistem keamanan. Kegagalan sistem keamanan lebih banyak disebabkan oleh faktor internal dibandingkan dengan faktor eksternal. Faktor internal ini diantaranya kesalahan dalam pengoperasian sistem (45%) dan diskontinuitas power supply (33%).
Hasil survey ISBS(Information Security Breaches Survey)  tahun 2005-2007 menunjukkan bahwa terdapat banyak jaringan bisnis di UK(Inggris) telah mendapatkan serangan dari luar.




Langkah-langkah untuk memastikan bahwa sistem benar-benar mampu menjamin keamanan data dan informasi dpt dilakukan dgn menerapkan kunci-kunci pengendalian yg teridentifikasi dlm standar ini.

Pada keamanan komputer yg ada memberikan persyaratan terhadap komputer yg berbeda, biasanya persyaratan sistem  yg ada karena sering kali berbentuk pembatasan terhadap apa yg tidak boleh dilakukan komputer lain dan membuat keamanan komputer yg ada menjadi lebih menantang karena sudah cukup sulit untuk membuat program komputer yg dapat melakukan kegiatan yg sudah dirancang untuk dilakukan sesuai dengan benar. Persyaratan negatif sukar utk dipenuhi dan sangat membutuhkan pengujian sangat mendalam utk meneliti/verifikasikannya, yg tidak praktis ketika diprogram komputer.
Dan biasanya untuk meningkatkan keamanan komputer dgn membatasi akses fisik terhadap komputer, menerapkan mekanisme pada perangkat keras dan sistem operasi untuk keamanan komputer yg sudah ada , serta menghasilkan strategi pemrograman untuk dapat menghasilkan program komputer yang bisa diandalkan.


Rabu, 22 Maret 2017

SIX SIGMA DAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)



SIX SIGMA DAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)





·         PENGERTIAN SIX SIGMA :
Suatu alat manajemen untuk mengganti peran dari total quality manajemen atau disebut juga (TQM), di dalam sigma ini dia berfokus dalam pengendalian kualitas dengan mendalami  sistem sistem yang ada di dalam produk untuk mengetahui keseleuruhan nya dan dia juga menghilang kan dana – dana.
            SIX SIGMA disebut juga komperehensive atau disebut juga strategi , dan dia juga terfokus dalam suatu bidang – bidang industri dan memfokuskan pelanggan – pelanggan  dan meningkatkan kepuasan pelanggan dan dia juga disebut disiplin ilmu  karena mengikuti  mode formal  yaitu dmaic ( define , Measure , analyze , improve  dan control ) dan alat ini bisa dipakai bersama-bersama dalam satu pengerjaan.
·         PENGERTIAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)
Suatu alat manajemen yang memetingkan strategi dan kefokusan dalam mengerjakan sesuatu dan mementingkan kualitas  dalam organisasi perusahaan , pengerjaan ini jika berhasil bisa mendapatkan keuntungan dengan jangka panjang  yang dapat mengutungkan perusahaan dalam waktu panjang.
            Dan ini beberapa yang dilakukan dalam dunia TQM :
1.    Manejemen kebijakan
2.    Manajemen Harian
3.    Manajemen Cross – functional
4.    Gugus kendali mutu
5.    Manajemen keselamatan kerja

Ø  KELEBIHAN SIX SIGMA
1.      Dapat menghasilkan terobosan
2.      Sistemastis
3.      Six Sigma menekankan  aplikasi tools
4.      Program kulitas dalam perusahaan
5.      Dapat membuat manufakturing







Ø  KEKURANGAN SIX SIGMA

1.      Dalam perencanaannya perlu waktu yang cukup
2.      Perlunya ketekunan
3.      Perlu orang-orang yang memang terlatih dalam pengerjaan ini

Ø  KELEBIHAN DARI TOTAL QUALITY MANAGEMENT ( TQM )
1.      Dapat terpenuhi kepuasan dalam perusahaan
2.      Memperbanyak Karyawan ( Sumber Daya manusia )
3.      Dapat Meng efesien waktu
4.      Meningkatkan Pertumbuhan Pasar
5.      Meningkatkan Produktivitas dalam perusahaan

Ø  KEKURANGAN DARI TOTAL QUALITY MANAGEMENT ( TQM )
1.      Mudah terkena masalah dalam pengerjaan
2.      Kurangnya pemantauan atas cacat produksi
3.      Kualitas belum semuanya terpenuhi
4.      Perlunya orang- orang yang paham dengan ini